Holy Land

Mengunjungi Tanah Suci atau Holy Land saat ini menjadi impian bagi sebagian besar umat Tuhan. Mereka sangat berhasrat untuk bisa mengunjungi tanah yang penuh dengan peristiwa sejarah sejak ribuan tahun yang lalu. Ke tanah inilah Tuhan mengutus Abraham untuk pergi, tanah ini pula yang menjadi tujuan berbaliknya umat Israel dibawah pimpinan Musa dari Mesir. Di tanah ini para nabi Allah hidup, dan yang terpenting bagi umat Kristen adalah tanah ini menjadi saksi kelahiran Tuhan Yesus Kristus, karya-karyaNya yang ajaib, kematianNya, kebangkitanNya dan kenaikanNya ke Surga. Perhatian dunia tertuju kepada tanah yang menyimpan begitu banyak sejarah ini. Banyak ahli arkeologi dari seluruh dunia berdatangan ke tanah ini untuk mengadakan penggalian, penelitian akan apa yang terjadi di tanah ini ribuan tahun yang lalu dan mereka terus melakukannya hingga saat ini. Wisatawan atau peziarah dari seluruh dunia juga datang berkunjung ke tanah ini untuk melakukan perjalanan ziarah dan bukan saja dari kalangan Kristiani, tetapi juga dari kalangan agama lain terutama kalangan Muslim. Hingga kini Tuhan memelihara Tanah ini dengan luar biasa, meskipun beribu-ribu tahun perang berkecamuk disini, bahkan sampai ada pihak-pihak yang ingin menghancurkannya, sampai saat ini tanah ini masih tetap ada bahkan lokasi-lokasi bersejarah yang ada pun masih terjaga dengan baik. Anda berkesempatan untuk melihat tempat ini dan jika Anda memiliki kerinduan untuk menjejakkan kaki di Tanah Perjanjian, maka kami HMT Tour & Travel siap menjadi mitra perjalanan Anda dan akan menemani dan melayani perjalanan Anda dengan pelayanan yang terbaik dan mengesankan.

  1. GEREJA GANTUNG/THE HANGING CHURCH (CAIRO)
    Dinamakan Gereja Gantung atau Hanging Church, karena gereja ini dibangun diatas gerbang menara selatan Benteng Babiloni dan disanggah oleh tiang-tiang yang menahannya, sehingga menimbulkan kesan digantung. Gereja yang dibangun pada abad ke-7 ini berada di wilayah Old Cairo dan merupakan Gereja Koptik. Di depan gereja ini terdapat 29 anak tangga untuk masuk ke dalam gereja ini. Bagian dalam gereja ini dihiasi dengan hiasan-hiasan indah, dan mimbarnya ditunjang oleh tiga belas pilar yang melambangkan Yesus Kristus dan murid-muridNya. Hal yang unik adalah pilar untuk Yudas Iskariot berwarna hitam untuk menandakan pengkhianatannya kepada Yesus, sedangkan pilar untuk Thomas berwarna abu—abu, karena dia adalah murid yang ragu—ragu saat Yesus menampakkan diri dihadapan murid—muridNya.
  2. GEREJA ABU SERGA/CHURCH OF ST. SERGIUS (CAIRO)
    Gereja Abu Serga sudah ada sejak abad ke—4 Masehi dan termasuk gereja tertua di Mesir yang merupakan Gereja Episkopal Cairo. Dari gereja ini banyak Patriakh atau Pemimpin Gereja Koptik terpilih. Nama Abu Serga sendiri diambil dari nama dua orang kudus dalam Gereja Koptik yaitu St. Sergius dan St. Bacchus, yang menjadi martir di Suriah pada abad ke-4 Masehi. Di dalam gereja yang bentuknya menyerupai bahtera Nuh ini terdapat dua belas pilar yang melambangkan kedua belas murid Yesus. Juga terdapat ruang bawah tanah yang diyakini pernah menjadi tempat tinggal Keluarga Kudus. Gereja ini dianggap sebagai pelopor dari Gereja Koptik. Disekeliling gereja ini dihiasi dengan relief-relief khas Koptik. Pada tahun 750 yaitu pada jaman pemerintahan Marwan II gereja ini pernah dibakar, namun setelah itu diperbaiki kembali.
  3. SINAGOGA BEN EZRA/SINAGOGUE OF BEN EZRA (CAIRO)
    Berdasarkan tradisi, tempat ini dipercaya sebagai tempat Puteri Raja Firaun menemukan dan mengangkat bayi Musa dari dalam air. Sekarang ditempat ini berdiri sebuah Sinagoga, yaitu tempat ibadah bagi umat Yahudi. Sebelumnya bangunan yang terletak di belakang Gereja Gantung adalah sebuah gereja, yang kemudian dijual kepada orang Yahudi pada tahun 882, untuk membayar pajak kepada penguasa Muslim saat itu. Seorang Yahudi bernama Abraham Ben Ezra datang dari Yerusalem pada masa pemerintahan Ahmed Ibn Tulun yang membelinya seharga 20.000 dinar. Bangunan ini terbagi dua lantai masing-masing untuk pria di bagian bawah dan wanita di bagian atas dan dibagian tengah dan sinagoga ini terdapat bangunan kecil yang terbuat dari marmer dan berbentuk octagonal yang digunakan untuk meletakan Torah.
  4. GEREJA ST. SIMON THE TANNER (CAIRO)
    Gereja ini terletak di daerah perbukitan yang bernama Mukatam, yaitu tempat penimbunan sampah di kota Kairo. Untuk menuju gereja ini harus melewati terlebih dahulu tempat sampah didaur ulang. Gereja ini dibangun untuk menghormati St. Simon The Tanner atau seorang Santo yang hidup pada abad ke-10 yaitu pada masa pemerintahan Islam Fatimid Khalifah Al-Muizz Li-Deenillah pada periode tahun 953-975 dan pernah menjadi Paus Koptik Mesir yang ke-62 pada tahun 975-978. Simon The Tanner dan Paus Koptik pada masa itu membela iman Kristen dari serangan-serangan pihak Muslim. Saat itu pihak muslim, yaitu Yusuf Ibnu Killis meminta orang Kristen untuk membuktikan pernyataan Yesus, bahwa jika kita memiliki iman sebesar biji sesawai maka gunung pun bisa dipindahkan (Matius 17:20), dengan memindahkan bukit Mukatam ini. Jika tidak terbukti, maka orang-orang Kristen akan dibunuh. Maka berdoalah Simon dan Paus Koptik selama tiga hari, dan pada saat yang ditentukan, mereka kembali berdoa dengan mengucapkan kalimat “Tuhan, kasihanilah kami” sebanyak tiga kali. Saat semua orang menantikan apa yang akan terjadi, tiba—tiba terjadi gempa bumi yang kuat dan menyebabkan bukit yang ada di depan mereka pun terangkat dan berpindah. Tuhan telah membela umatNya yang berharap padaNya. Gereja ini mampu menampung 15.000 orang dalam sekali beribadah. Biasanya orang Koptik Mesir beribadah di tempat ini pada hari kamis dan jemaatnya kebanyakan berasal dari wilayah sekitar gereja. Gereja ini juga penuh dengan pahatan-pahatan tentang kisah Yesus di dalamnya yang terlihat begitu menakjubkan.
  5. PIRAMIDA GIZA & SPHYNX (CAIRO)
    Piramida Giza atau The Great Pyramid of Giza dan Sphynx adalah bangunan kuno yang terkenal di Mesir dan ini menjadi ikon untuk negara Mesir. Piramida ini berada di wilayah Giza di Kairo dan piramida ini merupakan piramida tertua dan terbesar dan menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, nama lainnya adalah Piramida Khufu atau Piramida Cheops. Bangunan ini diperuntukan sebagai tempat makam Raja Firaud dan di dalam kompleks piramida ini ada tiga Piramida yaitu Piramida Giza yang paling besar, kemudian Piramida Khafre dan Piramida Menkaure serta sebuah patung berbentuk singa berkepala manusia yang bernama Sphynx.
  6. MARA
    Tempat ini adalah salah satu dari banyak tempat yang disinggahi oleh bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian dari Mesir. Setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Merah mereka mulai melintasi padang gurun Sinai yang terkenal dengan alamnya yang keras dimana air dan makanan sangat susah untuk ditemukan. Pada suatu ketika ketika persediaan air sudah sangat menipis, bangsa Israel sudah merasa sangat kehausan maka mereka menemukan sumber air tetapi ketika mereka meminumnya air tersebut terasa pahit dan mereka memohon kepada Musa untuk memberikan air yang dapat diminum. Lalu Musa mendapat perintah dari Tuhan untuk melemparkan sepotong kayu ke dalam air dan seketika air tersebut berubah menjadi manis hingga akhirnya dapat diminum oleh banyak orang (Keluaran 15:23-25). Lokasi sebenarnya dari tempat ini memang tidak diketahui dengan pasti tetapi secara tradisi tempat ini dikenal sebagai Ain Harawah sumber air yang terasa asin yang berada di semenanjung Sinai dan berjarak kurang lebih 75 kilometer sebelah Tenggara dari Terusan Suez.
  7. ELIM
    Ternpat ini dikenal sebagai tempat istirahat dari bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian setelah melewati Mara. Seperti yang tertulis di dalam Keluaran 15:27 dan Bilangan 33:9. Setelah mereka meninggalkan Mara maka tibalah mereka di suatu tempat yang bernama Elim di mana terdapat 12 mata air dan 70 pohon kurma. Berdasarkan cerita di dalam Alkitab bahwa lokasi Elim adalah diantara Mara dan padang gurun Sinai tidak jauh dari pesisir pantai sebelah utara Laut Merah. Ada kemungkinan tempat ini berada di Selatan di mana Bangsa Israel melintas dan sebelah Barat dari padang gurun Sinai. Jadi dapat disimpulkan bahwa Elim berada di suatu tempat yang bernama Wadi Gharandel yang berupa oasis dan berjarak kurang lebih 100 kilometer sebelah Tenggara dari terusan Suez.Dan setelah bangsa Israel menetap selama 45 hari mereka melanjutkan perjalanan menuju gunung Sinai dengan melintasi padang gurun Sinai.
  8. GUNUNG SINAI/MOUNT OF SINAI & CITY OF ST. CATHERINE
    Gunung Sinai berada di semenanjung Sinai. Dalam bahasa Arab, gunung ini disebut dengan Jabal Musa dan memiliki ketinggian 2.285 meter diatas permukaan laut. Dalam Perjanjian Lama, gunung ini juga sering disebut sebagai Gunung Horeb. Gunung ini merupakan salah satu diantara deretan pegunungan Sinai yang juga adalah tempat dimana Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah (Keluaran 19:1-25). Untuk naik ke puncak Gunung Sinai, terlebih dahulu harus menaiki unta sekitar satu setengah sampai dua jam, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki anak tangga, yang kurang lebih berjumlah 750 anak tangga. Memang mungkin sebuah perjalanan yang melelahkan, tetapi itu semua tidak sebanding bila sudah berada di puncak Gunung Sinai, menikmati indahnya pemandangan, sekaligus merasakan suasana dimana Tuhan Allah pernah hadir di situ dan berbicara dengan Nabi Musa. Perjalanan ke puncak gunung, baiknya dilakukan pada tengah malam, agar bisa tiba di puncak pada saat matahari terbit. Di atas puncaknya terdapat sebuah Kapel untuk memperingati peristiwa Musa menerima 10 Perintah Allah. Di kaki Gunung Sinai terdapat bangunan biara, yang berdasarkan tradisi dibangun diatas tempat semak belukar yang menyala, ketika Tuhan menampakkan diri kepada Musa (Keluaran 3:2). Biara ini dinamakan Biara St. Catherine, dinamai sesuai dengan nama Santa Catherine yang menjadi martir pada abad ke-4, dan tulang belulangnya di simpan di puncak gunung Catherine. Biara ini dibangun pada abad ke—5 dan saat ini dikelola oleh Gereja Orthodox Yunani. Tak jauh dari biara ini terdapat sebuah gunung batu yang pada satu bagiannya berbentuk seperti lembu. Ini mengingatkan kepada peristiwa saat dimana bangsa Israel membuat patung lembu untuk mereka sembah, karena Musa tak kunjung datang dan hal ini menimbulkan kemarahan Musa atas bangsa Israel (Keluaran 32:1-35).
  9. PADANG GEMBALA/THE SHEPHERD FIELD (BETHLEHEM)
    Tidak jauh dari Gereja Kelahiran Kristus terdapat sebah kota kecil atau desa yang bernama Beit Sahour. Disinilah terletak Padang Gembala atau The Shepherd Field yang dulu merupakan tempat dimana gembala-gembala menggembalakan ternak-ternak mereka. Pada malam kelahiran Yesus, para gembala ini dikejutkan dengan kedatangan Malaikat Tuhan dalam kemuliaanNya yang mengabarkan kepada mereka berita kelahiran Yesus Kristus. Pada bagian atas pintu gerbang Padang Gembala terdapat tulisan Gloria In Excelsis Deo sebagai peringatan atas nyanyian kemuliaan yang dikumandangkan oleh para malaikat di depan para gembala. Kesan sejuk dan tenang terasa ketika pertama kali masuk ke dalam kompleks Padang Gembala ini. Hal ini disebabkan banyaknya pohon—pohonan yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalanan masuk ke lokasi. Pada bagian tengah dari kompleks Padang Gembala berdiri sebuah patung gembala memegang tongkat dan dibawahnya terdapat patung domba-domba yang membentuk pancuran air. Di dalam kompleks Padang Gembala ini terdapat sebuah kapel milik Gereja Katolik Roma yang bernama Chapel of The Shepherd Field atau Kapel Padang Gembala. Kapel ini dibangun untuk memperingati kemunculan para malaikat di hadapan para gembala. Selain itu juga terdapat beberapa gua yang dulunya adalah tempat berteduh bagi para gembala dan ternak-ternaknya yang kini telah diubah fungsinya menjadi tempat berdoa atau ibadah bagi para peziarah yang datang ke tempat ini.
  10. GEREJA KELAHIRAN KRISTUS/CHURCH OF NATIVITY (BETHLEHEM)
    Gereja ini mulai dibangun pada tahun 325 atas perintah dari Kaisar Konstantin dan selesai pada tahun 565 dan ini menjadi gereja tertua yang berada di Tanah Suci. Sejak tahun 2012, gereja ini didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Ada tiga denominasi yang berada di dalam kompleks gereja ini, yaitu Gereja Orthodox Yunani di bagian tengah gereja dan terlihat langsung dari pintu masuk gereja. Kemudian Gereja Armenian yang berada satu lokasi dengan Gereja Orthodox Yunani hanya agak ke belakang dan posisinya di dekat dengan Gua Kelahiran serta Gereja Katolik Roma yang berada di samping luar dari bagian Gereja Orthodox Yunani. Gereja ini selalu ramai dikunjungi oleh peziarah. Jika sedang dalam musim yang padat, para peziarah bahkan memerlukan waktu kurang lebih 1—2 jam dalam antrian untuk masuk dan melihat Gua Kelahiran, dan di dalam gua tersebut juga tidak boleh berlama-lama karena akan menghambat antrian yang akan masuk berikutnya. Untuk masuk ke dalam gereja ini harus melewati pintu yang sangat rendah sehingga orang—orang harus menundukkan kepalanya. Pada bagian bawah dari bangunan ini terdapat Gua Kelahiran yang dipercaya sebagai tempat Yesus dilahirkan. KelahiranNya ditandai dengan cahaya bintang yang kemudian menjadi panduan bagi orang Majus untuk datang kepada Yesus. Terdapat tangga di sebelah kanan altar sebagai jalan untuk masuk ke dalam Gua Kelahiran. Di samping Gereja Kelahiran terdapat Gereja Katolik Roma yang bernama Church of St. Catherine, yang didirikan untuk mengenang St. Catherine dari Alexandria. Gereja ini selesai dibangun pada tahun 1882. Di depan gereja ini berdiri sebuah patung untuk menghormati St. Jerome atau Hieronimus yang adalah seorang penterjemah Alkitab ke dalam bahasa latin yang dikenal dengan sebutan Vulgata. Hieronimus meninggal di Bethlehem pada tahun 420 Masehi. Setiap bulan Desember di Gereja Kelahiran ini selalu diadakan Misa Natal yang disiarkan ke seluruh dunia. Selain itu juga diadakan festival Natal khas Bethlehem dan sebuah pohon natal besar dipasang di Manger Square, yaitu lapangan di depan gereja.
  11. KAPEL KENAIKAN KRISTUS/THE ASCENCION CHAPEL (YERUSALEM)
    Di lokasi kenaikan Yesus ke Surga yaitu di puncak Bukit Zaitun, Yerusalem Timur sekarang berdirilah sebuah kapel yang bernama Chapel of The Ascension atau Kapel Kenaikan. Sebelumnya kapel ini adalah sebuah gereja yang bernama Church of The Holy Ascencion, namu pada tahun 1187 direbut oleh Sultan Salahudin dan kemudian diubah menjadi mesjid hingga sekarang. Meskipun telah diubah menjadi mesjid namun kapel ini tetap dipertahankan dan sekarang kapel ini berada di kompleks Masjid At-Tur dan dijaga oleh keluarga Muslim sejak lama dan para peziarah tetap bisa memasuki kapel ini untuk berdoa. Di dalam kapel ini terdapat sebuah batu yang dipercaya sebagai tempat berpijak Yesus sebelum naik ke Surga.
  12. GEREJA DOA BAPA KAMI/CHURCH OF PATER NOSTER (YERUSALEM)
    Salah satu pengajaran Yesus adalah tentang Hal Berdoa, dan doa yang terkenal yang langsung diajarkan oleh Yesus adalah Doa Bapa Kami, yang sampai saat ini masih diucapkan oleh seluruh umat Kristiani di dunia. Sebagai peringatan akan hal ini maka di suatu tempat di puncak Bukit Zaitun, Yerusalem dibangun sebuah gereja yang bernama Gereja Doa Bapa kami atau Pater Noster Church. Gereja ini adalah gereja Katolik Roma, yang awalnya dibangun oleh Kaisar Constantine pada abad ke—4 dan diberi nama Gereja Eleona, sesuai nama ibu dari Kaisar, yaitu Ratu Eleona atau Helena. Namun pada tahun 614 gereja ini dihancurkan oleh Bangsa Persia. Setelah mengalami beberapa kali renovasi, maka gereja yang ada sekarang ini adalah gereja baru yang dibangun pada tahun 1875. Hingga saat ini gereja ini menjadi bagian dan dikelola oleh Ordo Karmelit yang berpusat di negara Perancis. ini dipenuhi dengan tanaman-tanaman yang membuat suasana menjadi sejuk. Di sekitar halaman gereja ini terdapat tanaman yang bernama Ziziphus Spina Christi, yaitu sejenis pohon kecil yang rantingnya tajam dan dulu digunakan sebagai mahkota duri yang dipasangkan di kepala Yesus Kristus pada waktu Dia disalib. Di dalam gereja terdapat tulisan Doa Bapa Kami dalam berbagai bahasa yang dipasang di seluruh penjuru gereja, termasuk Bahasa Indonesia dan beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia.
  13. JALAN MINGGU PALEM/PALM SUNDAY ROAD (YERUSALEM)
    Ketika hendak memasuki Yerusalem, Yesus disambut dengan meriah oleh banyak orang sambil memuji-muji Allah atas semua perbuatanNya yang ajaib dan menghamparkan baju mereka di jalan yang dilalui Yesus. Saat itu Yesus naik seekor keledai dan melewati sebuah jalan menurun dari atas Bukit Zaitun. Saat ini peristiwa tersebut masih diperingati oleh orang-orang Kristen. Peringatan ini dinamakan Minggu Palem dimana orang-orang berjalan menuruni sebuah jalan yang yang diperkirakan sama dengan jalan yang dilalui oleh Yesus, sambil membawa daun palem. Jalan tersebut kini dinamakan Palm Sunday Road atau Jalan Minggu Palem.
  14. GEREJA DOMINUS FLEVIT (YERUSALEM)
    Untuk memperingati peristiwa Yesus menangisi Yerusalem (Lukas 13:33-35), maka di lereng Bukit Zaitun dibangun sebuah gereja yang bernama Dominus Flevit yang artinya Tuhan Menangis dan memang bentuk gereja ini menyerupai air mata. Gereja Katolik Roma ini dibangun diatas reruntuhan gereja sebelumnya yang sudah ada sejak zaman Bizantium dan rampung pada tahun 1955. Di dalam gereja ini ada sebuah jendela di gereja ini yang menghadap ke arah kota Yerusalem, tepatnya ke arah kota tua, yang menandakan bahwa Yesus pernah memandang Kota Yerusalem dari tempat ini.
  15. TAMAN GETSEMANI/GARDEN OF GETHSEMANE & GEREJA SEGALA BANGSA/CHURCH OF ALL NATIONS (YERUSALEM)
    Taman ini adalah tempat peristiwa dimana Yesus ditangkap oleh prajurit Romawi saat IA sedang berdoa (Matius 26:36-56). Getsemani diambil dari bahasa Aramaic Gad Smane yang artinya pemerasan minyak. Sebelumnya Yesus bersama murid—muridNya sering berkunjung ke tempat ini, oleh sebab itulah Yudas jadi mengetahui dimana dia harus menemukan Yesus dan bersama prajurit Romawi datang menangkapNya. Taman ini dipenuhi dengan Pohon Zaitun dan terletak di kaki Bukit Zaitun dan masih ada sampai sekarang. Diantara sekian banyak pohon zaitun, ada satu pohon zaitun yang diperkirakan usianya telah lebih dari 2000 tahun. Ini berarti pohon ini sudah ada sejak zaman Yesus Kristus dan menjadi saksi bisu peristiwa penangkapan Yesus. Kini pohon tersebut masih berdiri namun disangga oleh pagar kawat di sekelilingnya. Di dalam Taman Getsemani terdapat sebuah gereja yang bernama The Church of All Nations atau Gereja Segala Bangsa. Gereja ini mulai dibangun pada tahun 1919 dan rampung pada tahun 1924, dengan arsitek Antonio Barluzzi. Dinamai Gereja Segala Bangsa karena pembangunan gereja ini dibiayai oleh dua belas negara. Hal ini ditandai dengan dua belas kubah yang ada di atap gereja. Gereja ini juga dikenal dengan sebutan Gereja Agony, yang artinya penderitaan. Pada bagian dari altar gereja ini terdapat sebuah batu yang dipercaya sebagai tempat saat Yesus berdoa pada malam sebelum Dia ditangkap untuk diadili.
  16. RUANG PERJAMUAN TERAKHIR/UPPER ROOM (YERUSALEM)
    Menjelang kematianNya Yesus berkesempatan untuk makan malam terakhir bersama murid-muridNya. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan Perjamuan Terakhir. Pada saat perjamuan ini Yesus menyampaikan beberapa hal penting kepada murid-muridNya termasuk bahwa diriNya akan dikhianati oleh Yudas dan disangkal sebanyak tiga kali oleh Petrus. Tempat Perjamuan Terakhir dalam bahasa latin tempat ini disebut dengan Cenacle, yang berarti dinning room atau ruang makan. Dikenal juga dengan sebutan Upper Room, karena letaknya yang berada di lantai 2 sebuah bangunan di Bukit Sion, Yerusalem. Akibat gejolak perang pada masa lampau, tempat ini telah mengalami beberapa kali perubahan fungsi, mulai dari gereja kemudian menjadi mesjid, dan sekarang menjadi tempat umum.
  17. GEREJA ST. PETER IN GALICANTU (YERUSALEM)
    Setelah ditangkap di Taman Getsemani, maka Yesus pun dibawa oleh para penangkapnya ke Mahkamah Agama untuk diadili. Petrus dan murid-murid lain mengikutinya secara diam-diam. Yesus sebelumnya telah mengingatkan Petrus bahwa dia akan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok dan pada saat Yesus diadili itulah peringatan Yesus menjadi kenyataan, dimana Petrus secara terang-terangan menyangkal Yesus dihadapan orang—orang yang menanyakan siapa dirinya. Tempat dimana Yesus diadili dan Petrus menyangkali Yesus saat ini berdiri gereja yang bernama The Church of St. Peter In Gallicantu atau Gereja Ayam Berkokok. Gereja ini dibangun diatas lokasi yang diyakini dulunya adalah rumah Imam Besar Kayafas. Sebelum ada gereja ini terlebih dulu ada sebuah Kapel Bizantium yang dibangun pada tahun 457 Sebelum masehi, namun dihancurkan pada tahun 1010 Oleh Khalifah Fatimiyah Al-Hakim bin Amr Allah. Kemudian Kapel itu dibangun kembali oleh Tentara Salib pada tahun 1102 dan diberi nama yang sekarang. Setelah jatuhnya Yerusalem, gereja kembali runtuh dan tidak dibangun kembali sampai tahun 1931 barulah berdiri gereja yang ada sekarang ini. Gereja yang terletak di luar tembok kota tua Yerusalem, tepatnya di timur Bukit Sion di dalamnya terdapat tempat Yesus diinapkan atau ditahan sebelum Dia disalib dan juga ada patung peringatan Petrus menyangkali Yesus sebanyak tiga kali.
  18. KOLAM BETHESDA/POOL OF BETHESDA (YERUSALEM)
    Di Yerusalem terdapat sebuah kolam yang selalu didatangi oleh banyak orang sakit. Mereka mempercayai bahwa sewaktu-waktu Malaikat Tuhan turun ke kolam itu dan mengguncang-guncangkan airnya dan sesudah itu barangsiapa yang masuk ke dalam kolam itu maka apapun penyakitnya akan sembuh. Pada suatu waktu Yesus mendatangi kolam itu dan berjumpa dengan seorang yang telah terbaring sakit selama 38 tahun dan tidak pernah ada kesempatan untuk bisa masuk ke kolam itu. Dan ketika itu juga Yesus mengadakan mujizat atas orang itu dan kesembuhan pun terjadi tanpa harus orang itu masuk ke dalam kolam tersebut. Kolam yang dimaksud adalah Betesda atau Bethesda. Kolam ini masih ada sampai sekarang, namun sudah tidak ada lagi airnya. Terletak di dalam Kota Tua Yerusalem saat ini tidak jauh dari Pintu Gerbang Singa atau Lion’s Gate. Kolam ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 106 X 60 meter persegi dengan kedalaman sekitar 7 meter dan dikelilingi 4 serambi dan 1 serambi terpisah, persis seperti yang tertulis dalam Injil Yohanes 5:2-3.
  19. GEREJA SANTA ANNA/CHURCH OF ST. ANNA (YERUSALEM)
    Berdekatan dengan kolam Bethesda terdapat sebuah gereja, yaitu Gereja Santa Anna, yang dibangun pada abad ke-12 oleh Serdadu Perang Salib tepat diatas reruntuhan gereja lama yang dibangun pada abad ke-5. Gereja ini mempunyai akustik yang sangat baik, sehingga jika ada yang bernyanyi di dalam gereja ini akan terdengar gaung suara yang indah. Menurut tradisi lokasi gereja ini adalah tempat tinggal Anna dan Joachim, yang adalah orang tua Bunda Maria, sekaligus juga tempat kelahirannya.
  20. VIA DOLOROSA (YERUSALEM)
    Sebelum menjalani hukuman, Yesus terlebih dahulu harus melewati sebuah jalan yang kemudian dikenal dengan Via Dolorosa atau jalan penderitaan, yang dimulai dari tempat Dia di eksekusi sampai bukit Golgota atau Kalvari. Tradisi Katolik mencatat ada empat belas stasi atau empat belas tempat perhentian Yesus pada saat Dia memikul salib itu. Via Dolorosa pada masa kini terletak di dalam Kota Tua Yerusalem, dan hampir semua bagian jalanan ada di daerah atau quarter Muslim. Kota Tua Yerusalem terbagi atas empat bagian atau yang dikenal dengan Quarter. Sepanjang Via Dolorosa kini penuh dengan toko-toko yang menjual berbagai barang mulai dari pakaian, makanan sampai dengan souvenir. Namun pada setiap titik dari empat belas perhentian tersebut diberi tanda supaya para peziarah dapat mengetahuinya. Berikut adalah penjelasan mengenai empat belas perhentian yang ada di sepanjang Via Dolorosa: Perhentian Ke-1: Tempat dimana Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus. Perhentian Ke-2: Di tempat inilah Yesus diberikan salib untuk kemudian dibawanya sendiri dengan cara dipikul sampai ke lokasi penghukuman yaitu sebuah bukit yang bernama Golgota. Perhentian Ke-3: Tempat Yesus jatuh untuk pertama kali dalam perjalanNya menuju ke tempat penyaliban. Perhentian Ke-4: Tempat dimana saat Yesus sedang memikul salib, Dia bertemu dengan Bunda Maria, IbuNya yang saat itu juga sedang berada disitu dan menyaksikan penderitaan AnakNya. Perhentian Ke-5: Disini Yesus mendapat bantuan dari seorang yang berasal dari sebuah daerah di Libya, yang bernama Simon dari Kirene, yang menggantikan Yesus untuk memikul salibNya. Perhentian Ke-6: Tradisi mencatat bahwa di tempat ini Yesus bertemu seorang wanita yang mengusap wajahNya dengan kain, yang kemudian tercetaklah gambar wajah Yesus di kain itu. Wanita itu kemudian dikenal dengan sebutan Veronika, sebuah nama yang diambil dari gabungan bahasa Yunani dan Latin yang berarti Gambar yang Sejati (Vera = Sejati ; Ikon = Gambar). Perhentian Ke—7 : Oleh karena kelelahan yang amat sangat maka Yesus pun terjatuh untuk kedua kalinya. Perhentian Ke—8 : Diantara begitu banyak orang yang menyaksikan perjalanan Yesus menuju Golgota terdapat beberapa perempuan yang pernah mengalami mujizat dari Yesus dan mereka menyaksikan penderitaan sambil menangis. Dalam keadaan menahan derita, Yesus masih bisa menghibur para perempuan itu. Perhentian Ke-9 : Di tempat yang sudah hampir dekat dengan tempat penyalibannya, yaitu Golgota, Yesus kembali terjatuh untuk yang ketiga kalinya. Mulai Perhentian Kesepuluh sampai dengan Perhentian Keempatbelas semuanya berada dalam satu lokasi yang sama, yang disebut Church of The Holy Sepulchre atau Gereja Makam Kudus. Perhentian Ke-10: Disini adalah tempat dimana Yesus mulai ditanggalkan pakaiannya, sebelum dinaikkan ke atas kayu salib. Perhentian Ke-11: Di tempat ini Yesus mulai disalibkan. TubuhNya diletakkan diatas kayu salib, kemudian telapak tangan dan kakiNya dipakukan. Setelah itu kayu salib diangkat agar berdiri tegak diatas tanah. Perhentian Ke—12: Perhentian ini adalah peringatan akan kematian Yesus di atas kayu salib, yaitu pukul tiga petang menjelang hari sabat. Ditandai dengan seruan Eli, Eli, Lama Sabakhtani yang berarti Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggakan Aku. Perhentian Ke—13: Di tempat ini Yesus diturunkan dari salib, kemudian dibersihkan sebelum dimakamkan. Perhentian Ke—14: Ini adalah tempat dimana Yesus dimakamkan sebelum akhirnya bangkit pada hari ketiga.
  21. GEREJA MAKAM KUDUS/CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE (YERUSALEM)
    Church of The Holy Sepulchre atau Gereja Makam Kudus dipercaya oleh banyak orang Kristen sebagai tempat dimana peristiwa penyaliban terjadi dan sejak abad ke-4 didatangi oleh para peziarah untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus. Sebagaimana disampaikan di bagian sebelumnya, di dalam gereja ini terdapat lima stasi atau perhentian dari Via Dolorosa yang menandakan penderitaan Yesus. Gereja yang dibangun pada tahun 325 ini kini dikelola bersama oleh empat denominasi gereja, yaitu Gereja Katolik Roma, Gereja Orthodox Yunani, Gereja Orthodox Siria dan Gereja Orthodox Etiopia. Atap dari gereja ini berbentuk kubah, sebagaimana lazimnya bangunan rumah ibadah di Timur Tengah. Satu hal yang unik dari gereja ini adalah juru kuncinya berasal dari keluarga Muslim dan sudah belasan generasi hal itu terjadi.
  22. TEMBOK RATAPAN/WESTERN WALL (YERUSALEM)
    Salah satu tujuan ziarah yang berada di Kota Tua Yerusalem adalah Tembok Barat, yang adalah tempat suci bagi agama Yahudi. Orang-orang juga sering menyebutnya sebagai Tembok Ratapan. Tembok ini adalah bagian dari bagian yang tersisa dari tembok yang mengelilingi bangunan Bait Allah yang terakhir, yang dibangun oleh Herodes pada tahun 20 sebelum masehi. Pada tahun 70, Jenderal Titus menyerbu kota Yerusalem dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada termasuk Bait Allah itu, namun ia menyisakan bagian tembok ini beserta dengan batu-batu besarnya untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebatnya tentara Romawi. Kini, Tembok Barat menjadi seperti sarana tempat ibadah bagi umat Yahudi. Pada hari sabtu atau hari Sabat, tembok ini ramai dikunjungi oleh orang-orang Yahudi untuk berdoa disana. Di depan Tembok Ratapan terdapat sebuah lapangan yang luas yang disediakan untuk ribuan orang yang ingin melakukan ibadah.
  23. THE GARDEN TOMB (YERUSALEM)
    Pada tahun 1883, seorang Jenderal asal Inggris bernama Charles Gordon menemukan sebuah bukit batu yang bentuknya menyerupai tengkorak. Setelah melihat bukit tersebut, ia berpendapat dan menyimpulkan bahwa tempat inilah bukit tengkorak yang merupakan tempat Yesus disalibkan. Tak jauh dari lokasi itu ditemukan pula sebuah makam batu yang diduga berasal dari abad pertama. Bentuk yang menyerupai tengkorak itu kini tidak terlihat jelas, karena sudah ditimbun dengan jalanan aspal. Hal tersebut disebabkan oleh adanya terminal bis di depan bukit ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa inilah tempat penyaliban Yesus yang sebenarnya, karena letaknya berada di luar tembok kota Yerusalem dan berada di pinggir jalan. Pendapat ini disimpulkan dari apa yang dikisahkan dalam empat Injul bahwa para prajurit membawa Yesus keluar dari kota dan tradisi penyaliban oleh orang Romawi adalah dilakukan di tempat dimana orang banyak bisa melihat, karena itu adalah untuk peringatan. Dan jalanan tempat bukit tengkorak yang ditemukan itu dulunya merupakan jalanan utama dimana orang banyak berlalu lalang. Untuk memperingati peristiwa Kebangkitan Yesus ini, maka dibangunlah sebuah situs yang letaknya bersebelahan dengan bukit tengkorak yang ditemukan oleh Jenderal Charles Gordon, karena disitu juga terdapat sebuah makam yang diperkirakan berasal dari abad pertama. Tempat yang kemudian diberi nama The Garden Tomb atau Taman Makam ini dibeli oleh sebuah organisasi nirlaba pada tahun 1982 untuk kemudian dirawat dan dijadikan situs bersejarah. Lokasi berada di sebelah utara Gerbang Damaskus, Kota Tua Yerusalem. Di dalam taman ini terdapat sebuah kubur kosong yang diperkirakan sebagai kubur Yesus, lalu kebun dan bekas tempat pemerasan anggur yang diperkirakan juga berasal dari abad pertama serta sebuah tempat penampungan air raksasa. Diperkirakan bahwa ini dulunya adalah milik Yusuf dari Arimatea, yang memberikan makamnya untuk Yesus. Lalu bagaimana dengan pandangan umat Kristiani lain yang menyebutkan bahwa Makam Yesus berada di dalam Kota Tua Yerusalem atau Church of The Holy Sepulchre? Tidak perlu bingung dengan adanya dua pandangan ini, karena memang semua tempat ini ditentukan berdasarkan perkiraan dan tradisi Kristen masa lalu, tidak ada catatan detail dari Alkitab mengenai lokasi tepatnya Yesus disalibkan dan dikuburkan. Tetapi satu hal yang pasti diyakini oleh semua orang yang percaya bahwa Yesus Kristus benar-benar telah wafat, dikuburkan dan dibangkitkan dan itu ditulis dengan jelas oleh empat Injil.
  24. LAUT MATI (DEAD SEA)
    Laut Mati atau Dead Sea adalah laut terunik di dunia. Karena tidak ada material yang dapat tenggelam di laut ini. Bahkan orang yang tidak bisa berenang pun akan dapat mengapung di laut ini. Laut ini membentang di wilayah Israel, Palestina dan Yordania dan berada pada 417 meter dibawah permukaan laut, yang menjadikannya sebagai laut atau danau terendah di dunia. Di Alkitab sebutan untuk laut ini adalah Laut Asin (Ulangan 3:17). Dinamakan Laut Mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan di laut yang memiliki kadar garam tertinggi di dunia, yaitu sekitar 32% (bandingkan dengan air laut biasa yang rata-rata memiliki kadar garam hanya 3%). Laut ini memiliki panjang 67 kilometer, lebar 18 kilometer dan luas permukaan 810 kilometer persegi, dengan kedalaman mencapai 378 meter. Laut Mati kaya akan berbagai bahan mineral, oleh karena itu disekitarnya dibangun pabrik-pabrik untuk mengolah bahan-bahan mineral tersebut. Zat mineral yang terkandung antara lain adalah magnesium, zinc, kalsium, kalium, sulfur, chlorine, sodium, dan masih banyak lagi. Selain itu lumpur dari laut ini memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, terutama bagi kulit, yaitu untuk menghaluskan kulit dan wajah, juga dapat memperlancar peredaran darah. Di bagian selatan dari Laut Mati ini, terdapat sebuah lokasi yang diperkirakan sebagai reruntuhan kota Sodom dan Gomora yang pernah dihancurkan Tuhan pada jaman Perjanjian Lama. Bahkan di suatu sisi di perbukitan batu, ada sebuah batu yang menonjol yang dianggap oleh orang sebagai istri Lot yang telah berubah menjadi Tiang Garam, karena dia melihat ke belakang saat kota Sodom dihancurkan (Kejadian 19:26).
  25. QUMRAN
    Qumran adalah lokasi ditemukannya gulungan kitab suci oleh Suku Bedouin, yaitu suku penggembala yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Penemuan itupun mereka bawa kepada seorang Kristen Syria dan menjualnya. Oleh orang Syria itu penemuan ini dibawa ke Yerusalem, sampai akhirnya penemuan itu dikenali sebagai tulisan Ibrani kuno. Setelah selesai perang tahun 1967, Israel mengambil alih wilayah ini dan langsung berada di bawah pengawasan Otoritas Taman Nasional Israel. Pemerintah Israel berinvestasi besar—besaran untuk melakukan penelitian dan penggalian arkeolongi di situs ini. Dan pada tahun 1949 dimulailah ekpedisi penggalian untuk mencari dan menemukan lagi gulungan-gulungan kitab lainnya. Satu demi satu gulungan—gulungan itu mulai terkurnpul. Para ahli berpendapat bahwa gulungan-gulungan kitab itu berasal dari sebuah komunitas yang ada pada tahun 125—68 sebelum masehi. Pada Akhirnya semua gulungan dapat ditemukan, dan saat ini seluruhnya disimpan di sebuah museum khusus di Hebrew University, Yerusalem.
  26. BUKIT PENCOBAAN/MOUNT OF TEMPTAION (YERIKHO)
    Bukit Pencobaan atau Mount of Temptation, sebuah bukit bebatuan yang tandus. Bukit yang berada di wiayah Padang Gurun Yudea ini dalam bahasa Arab disebut dengan Jabal al-Quruntul atau Deir Al Qarantal yang berarti Gunung Empat Puluh Hari, untuk mengingat bahwa Yesus berpuasa selama 40 hari lamanya. Bukit ini memniliki ketinggian 360 meter dan membentang dari arah barat laut Kota Yerikho sampai dengan Tepi Barat. Pada pertengahan bukit ini terdapat sebuah biara Yunani Orthodox yang bernama Monastery of Temptation yang artinya Biara Pencobaan. Biara ini dibangun untuk memperingati peristiwa saat Yesus dicobai oleh iblis. Para peziarah bisa mencapai biara ini dengan menggunakan Cable Car yang telah disediakan. Kota Yerikho adalah kota yang terdekat dengan Bukit Pencobaan ini. Dari atas Monastery of Temptation dapat terlihat dengan jelas panorama Kota Yerikho.
  27. POHON SYCAMOR ZAKHEUS (YERIKHO)
    Ketika Yesus berada di Yerikho, Dia bertemu dengan Zakheus, seorang pemungut cukai yang bermaksud menjamu Yesus di rumahnya. Pertemuan antara Yesus dan Zakheus ini cukup unik, karena Zakheus orangnya pendek, maka dia harus menaiki sebuah pohon untuk bisa melihat Yesus. Pohon yang dinaiki oleh Zakheus pada saat dia berjumpa dengan Yesus adalah jenis pohon ara jenis Sycamore. Pohon yang sejenis kini dapat dilihat di sebuah jalanan di Kota Yerikho, pohon tersebut berada dalam sebuah taman dan dikelilingi dengan pagar, dan dijadikan sebagai peringatan atas peristiwa pertemuan antara Yesus dan Zakheus.
  28. CAESAREA MARITIMA
    Caesarea Maritima adalah sebuah kota kuno yang terletak ditepi pantai Laut Tengah atau Laut Meditteranian diantara Kota Tel Aviv dan Kota Haifa. Sebuah Pelabuhan dibangun oleh Raja Herodes Agung pada tahun 9 sebelum masehi. Kota yang pernah menjadi ibu kota propinsi Yudea Romawi ini kini telah menjadi reruntuhan dan sekitar 2 kilometer ke arah selatan berdiri kota Caesarea Modern yang mempunyai jumlah penduduk sekitar 5000 jiwa. Kota ini adalah satu-satunya wilayah Israel yang dikelola oleh organisasi swasta yaitu Caesarea Development Corporation. Di bekas reruntuhan kota kuno masih dapat dilihat sebuah saluran air atau aquaduct di pantai Laut Meditteranian yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Romawi dan bekas Teater Romawi. Situs-situs ini kemudian dimasukan dalam Taman Nasional Caesarea pada tahun 2011.
  29. HAIFA
    Haifa adalah kota pelabuhan terbesar dan juga kota terbesar ketiga di Israel dengan jumlah penduduk kurang lebih 265.000 jiwa dan luas wilayahnya adalah 63.666 kilometer persegi. Awalnya kota ini adalah sebuah kota kecil dengan 10.000 penduduk pada permulaan abad ke-20. Nama Haifa pertama kali muncul pada abad ke—3 sebelum, di sebuah literatur Talmud. Kota ini terletak di pesisir pantai Laut Tengah dan berada di kaki Pegunungan Karmel. Kota Haifa juga merupakan pusat dunia dari kepercayaan Baha’i, yang memiliki pengikut kurang lebih 6 juta orang. Baha’i adalah kepercayaan yang berasal dari Iran yang mengajarkan asas-asas keesaan Tuhan, kesatuan agama dan persatuan manusia umat). Hal ini ditandai dengan bedirinya sebuah taman yang merupakan pusat ziarah umat Baha’i, yaitu Baha’i Garden atau Taman Baha’i di lembah Gunung Karmel.
  30. GEREJA KABAR BAIK/CHURCH OF ANNUNCIATION (NAZARETH)
    Gereja ini merupakan gereja terbesar di seluruh wilayah Timur Tengah dan terdiri dari dua lantai, yang disebut juga dengan Gereja Bagian Atas (Upper Church) yang merupakan bagian utama dan Gereja Bagian Bawah (Lower Church) dimana terdapat rumah Maria saat ia menerima kabar dari Malaikat Gabriel. Gereja yang sekarang ini adalah bangunan baru dari gereja lama yang telah dihancurkan pada tahun 1954. Arsitek gereja baru ini adalah seorang Italia bernama Giovanni Muzio. Pada tahun 1969 pembangunan gereja ini rampung dan kini dikelola oleh Gereja Katolik Roma. Pada bagian dinding depan dari gereja ini terdapat lukisan yang melambangkan empat penulis Injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang masing-masing digambarkan sedang memegang simbolnya, yaitu simbol Manusia Ilahi yang dipegang oleh Matius karena Injilnya menekankan tentang kedatangan Yesus sebagai manusia, kemudian simbol Singa Bersayap yang dipegang oleh Markus karena penulis Injil ini melihat Yesus sebagai Singa dari Suku Yehuda, kemudian Lukas memegang Lembu Bersayap karena dia menggambarkan Yesus sebagai Korban Penebusan dosa umat manusia, lalu terakhir Yohanes yang memegang Rajawali karena Injil Yohanes merupakan Injil yang mempunyai pemikiran lebih tinggi dibandingkan Injil lainnya, oleh sebab itu diumpamakan seperti burung rajawali yang mampu terbang lebih tinggi dibandingkan burung-burung lain. Selain itu tepat dibawah lukisan empat penulis Injil itu terdapat sebuah tulisan dalam bahasa latin yaitu Verbum Caro F actum Et Habitavit In Nobis yang artinya Firman itu telah menjadi Manusia dan diam diantara kita (Yohanes 1:14) Bagian luar dari pintu depan gereja menggambarkan perjalanan kehidupan Yesus Kristus mulai dari kelahiranNya sampai dengan kematian, kebangkitan dan kenaikanNya ke Surga. Sedangkan pada halaman gereja terdapat berbagai lukisan Bunda Maria dari berbagai versi menurut negara-negara yang ada di dunia, termasuk dari Indonesia, dimana dalam lukisan itu digambarkan Bunda Maria mengenakan kebaya yang merupakan busana nasional Indonesia.
  31. KANA
    Kana adalah tempat pertama yang dikunjungi oleh Yesus bersama murid-muridNya ketika akan memulai pelayanan. Kana adalah sebuah kota di wilayah Galilea, yang adalah tempat dimana Yesus mengadakan mujizat untuk pertama kalinya, yaitu saat Dia diundang ke pesta pernikahan. Saat pesta tengah berlangsung, mereka kehabisan anggur. Dan saat itulah Yesus mengadakan mujizat dengan mengubah air menjadi anggur, yang kemudian anggur itu menjadi anggur yang lebih bagus mutunya dibandingkan anggur yang disajikan pertama. Di tempat pesta ini saat ini telah berdiri sebuah gereja, yaitu Wedding Church at Cana atau Gereja Pernikahan di Kana. Gereja yang dikelola oleh Ordo Fransiskan ini mulai dibangun pada tahun 1881 dan rampung pada tahun 1905. Penggalian arkeologi menemukan bahwa sebelum gedung gereja ini berdiri, tempat ini dulu merupakan Sinagoga atau tempat ibadah orang Yahudi yang sudah ada pada sekitar abad ke-4 Masehi. Di gereja ini biasanya para peziarah suami istri melakukan semacam prosesi peneguhan janji nikah yang pernah sebelumnya kepada pasangannya masing-masing. Dan tidak sedikit pula pasangan pengantin yang menikah di tempat ini. Karena mengingat pada masa Yesus dulu tempat ini dilangsungkan pernikahan dan disitu pulalah mujizat terjadi, sehingga para pasangan tersebut berharap dan beriman bahwa akan terjadi mujizat dalam pernikahan mereka. Gereja ini memiliki beberapa ruangan yang bisa digunakan untuk para peziarah beribadah atau melakukan ritual peneguhan nikah dan pada ruang bawah dari bangunan utama dapat dilihat sebuah tempayan asli tempat penyimpanan anggur dari jaman Yesus. Kota Kana juga terkenal akan anggurnya. Di sepanjang jalan raya dekat gereja dan jalanan menuju gereja banyak terdapat toko yang menjual anggur yang sudah dikemas di dalam botol baik ukuran besar maupun ukuran kecil dan bisa dibawa sebagai cendera mata dari Tanah Suci.
  32. YARDENIT (GALILEA)
    Yardenit The Baptismal adalah situs yang berada di hulu Sungai Yordan, yaitu tempat dimana air dari Danau Galilea masuk ke sungai Yordan dan kemudian mengalir sampai Laut Mati. Tempat ini menjadi alternatif tempat baptisan untuk para peziarah yang datang dari berbagai penjuru dunia.
  33. GUNUNG TABOR (GALILEA)
    Gunung Tabor terletak di bagian selatan wilayah Lower Galilea atau Galilea Bawah, sekitar l8 kilometer arah barat dari Danau Galilea. Sebagai peringatan atas peristiwa Yesus Dimuliakan yang pernah terjadi di gunung ini (Matius 17:1-13), maka di puncak gunung itu dibangun sebuah gereja oleh Ordo Fransiscan yang diberi nama Gereja Transfigurasi yang dirancang oleh Arsitek Italia, Antonio Barluzzi dan selesai dibangun pada tahun 1924. Di gereja ini terdapat 3 Kapel yaitu Kapel Elia dan Kapel Musa di kanan dan kiri bangunan, serta Kapel untuk menghormati Yesus dibagian tengah yaitu bagian yang paling besar. Dari atas gereja ini terlihat pemandangan Lembah Yizrel yang begitu indah. Dan karena jalan menuju gereja ini terjal dan berkelok-kelok serta tidak lebar, maka rute ini tidak bisa dilalui oleh bis, melainkan dengan mobil kecil yang bisa menampung sampai dengan 15 orang yang tersedia di kaki gunung. Di lereng Gunung Tabor ini terdapat sebuah Desa Arab yang bernarna Daburieh. Nama ini diberikan untuk menghormati Nabiah Debora yang menjadi hakim saat terjadi peperangan antara Barak melawan Panglima Sisera, dimana Debora juga ikut menjadi pemimpin perang bersama dengan Barak pada saat itu (Hakim-Hakim 4:1-24).
  34. BUKIT SABDA BAHAGIA/CHURCH OF MOUNT OF BEATITUDES (GALILEA)
    Salah satu pelayanan Yesus yang terkenal adalah ketika Dia berbicara kepada banyak orang dari atas sebuah bukit. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Kotbah Di Bukit. Injil Matius mencatat kotbah Yesus di bukit dalam dua pasal yang berisi pengajaran—pengajaran tentang : Ucapan Bahagia, Garam Dunia dan Terang Dunia, Yesus dan Hukum Taurat, Hal Memberi Sedekah, Hal Berdoa, Hal Berpuasa, Hal Mengumpulkan Harta, Hal Kekuatiran, Hal Menghakimi, Hal Yang Kudus dan Berharga, Hal Pengabulan Doa, Jalan Yang Benar, Hal Pengajaran Yang Sesat dan Dua Macam Dasar. Semua orang yang ada di tempat itu pada saat itu takjub setelah mendengar pengaj aran Yesus yang begitu berkuasa. Salah satu bagian dari kotbah Yesus yang terkenal dan kemudian akhirnya diperingati dengan berdirinya sebuah gereja yang bernama Church of The Mount Beatitudes atau Gereja Bukit Sabda Bahagia adalah kotbah tentang ucapan bahagia (Matius 5:3-12). Gereja ini dibangun di atas sebuah bukit yang dipercaya sebagai tempat dimana Yesus dulu berkotbah. Dirancang oleh Arsitek asal Italia Antonio Barluzzi gereja ini dibangun pada tahun 1937 dan mempunyai bentuk yang indah serta terlihat asri ditambah dengan pemandangan Danau Galilea pada latar belakangnya. Sebelum masuk ke dalam gedung gereja, para peziarah dapat menikmati pemandangan indah yang terdapat pada taman hijau yang dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni dan disepanjang jalan masuk terdapat batu—batu yang dipahatkan ucapan-ucapan bahagia yang dikotbahkan oleh Yesus.
  35. TABGHA (GALILEA)
    Ini adalah lokasi tempat Yesus memberi makan 5000 orang dan kini dibangun sebuah gereja yang bernama The Church of Multiplication of The Loaves and Fish atau Gereja Pelipatgandaan Roti dan Ikan, yang berada di suatu daerah yang bernama Tabgha. Tabgha diambil dari bahasa Yunani “Heptaegon” yang berarti Tujuh Mata Air. Pada bagian altar dari gereja ini terdapat sebuah bongkahan batu yang dipercaya sebagai tempat Yesus memecah-mecahkan roti dan ikan untuk kemudian dibagikan ke orang-orang yang ada pada saat itu. Pada lantai altar terdapat mozaik yang menggambarkan keranjang berisi empat roti dan dua ekor ikan. Keranjangnya hanya diisi empat roti karena yang roti yang kelima adalah Yesus yang digambarkan sebagai Roti Kehidupan (Yohanes 6:35). Di halaman luar gereja ini terdapat replika batu kilangan yaitu batu yang pada jaman dulu digunakan untuk menggiling biji-bijian dan juga bisa dipakai untuk memeras buah zaitun menjadi minyak. Gereja ini awalnya merupakan Kapel kecil, dibangun pada awal abad 4 Masehi, namun kemudian sempat dihancurkan oleh Persia dan dibangun kembali pada tahun 1934 menjadi sebuah gereja yang kemudian disempurnakan lagi pada tahun 1982 sehingga menjadi seperti sekarang dan gereja kini berada dibawah pemeliharaan dan pengawasan Ordo Benediktin dari Gereja Katolik Roma. Terakhir pada bulan Juni 2015, gereja ini kembali dibakar oleh orang tak dikenal namun tidak sampai membakar seluruh bangunan, hanya beberapa bagian di luar saja yang terdampak. Setelah diperbaiki, gereja tersebut kini sudah bisa dikunjungi lagi.
  36. GEREJA ST. PETRUS YANG TERUTAMA/CHURCH OF ST. PETER PRIMACY (GALILEA)
    The Church of The Primacy of Saint Peter atau Gereja Petrus yang Terutama dibangun untuk memperingati peristiwa percakapan Yesus dan Simon Petrus setelah kebangkitanNya (Yohanes 12:1-19). Gereja yang letaknya persis di pantai timur Danau Galilea ini berdekatan dengan Gereja Pelipatgandaan, Tabgha. Gereja ini dibuka sejak tahun 1933 dan saat ini dikelola oleh Ordo Fransiskan. Di dalam bangunan gereja terdapat sebuah batu karang yang dinamakan Mensa Kristi atau Meja Kristus yang dipercaya sebagai tempat saat Yesus memberikan makanan kepada murid-muridNya.
  37. KAPERNAUM
    Kapernaum adalah sebuah kota yang penting pada masa pelayanan Yesus, karena disinilah Yesus tinggal sementara dan dari kota ini Yesus melakukan perjalanan keliling Galilea bersama murid-muridNya (Markus 6:6b). Di kota ini juga Yesus mengajar dan mengadakan mujizat antara lain menyembuhkan hamba perwira Kapernaum yang sakit (Matius 8:5-13) dan juga menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sedang sakit demam (Matius 8:14-17). Karena kota ini menjadi semacam pusat atau base camp pelayanan Yesus, maka kemudian kota ini disebut sebagai “KotaNya Sendiri” atau Kotanya Yesus (Matius 9:1). Kapernaum sendiri berasal dari Bahasa Ibrani “Kfar Nahum” yang artinya desanya Nahum. Pada akhirnya Yesus mengutuk Kapernaum karena ketidakpercayaan penduduknya dan Dia menubuatkan keruntuhan kota ini (Matius 11:23—24). Kini Kapernaum hanya tinggal reruntuhan bangunan dari masa lalu saja dan tidak ditinggali oleh penduduk lagi. Kapernaum sekarang menjadi salah satu situs rohani penting yang banyak dikunjungi oleh para peziarah dari seluruh dunia. Di dalam kompleks situs ini terdapat beberapa bangunan antara lain reruntuhan Sinagoga atau rumah ibadah Agama Yahudi, Gereja Katolik baru yang dibangun tepat diatas reruntuhan rumah ibu mertua Petrus, kemudian Patung Petrus yang sedang memegang kunci Kerajaan Sorga serta patung orang yang sedang tertidur di dekat pintu masuk, karya seorang pemahat Kanada dan diberi nama Homeless Jesus yang menggambarkan Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya (Matius 8:20).
  38. DANAU GALILEA
    Di wilayah Galilea terdapat sebuah danau air tawar yang terkenal yang menjadi saksi bisu pelayanan Yesus bersama murid-muridNya. Di tepi danau ini Yesus mulai memanggil murid—muridNya yang saat itu sedang menjala ikan, kemudian Yesus berkotbah di atas perahu Petrus, Yesus juga meredakan angin ribut bahkan berjalan di atas danau ini saat sedang badai, dan terakhir setelah kebangkitanNya, Dia menampakkan diri kepada para murid juga di tepi danau ini. Memori kisah pelayanan Yesus banyak tersimpan di danau ini. Danau yang dimaksud bernama Danau Galilea, sesuai dengan nama wilayahnya. Selain itu juga ada beberapa sebutan untuk danau ini, antara lain Danau Kinnereth yang artinya harpa atau kecapi, karena kalau dilihat dari atas danau ini bentuknya seperti harpa, kemudian disebut juga dengan Danau Genesareth, yang merupakan kata lain dari kinnereth lalu Laut Tiberias karena di tepi barat danau ini ada sebuah kota yang bernama Tiberias. Danau Galilea memiliki luas sebesar 166 kilometer persegi dengan panjang mencapai 21 kilometer, lebar 13 kilometer, sedangkan kedalamannya adalah sekitar 43 meter dan merupakan danau air tawar terendah di bumi dan danau terendah kedua di bumi setelah Laut Mati. Danau ini menjadi sumber air bagi Israel dan sebagai sumber pangan karena banyaknya ikan yang hidup didalamnya. Sumber air utama dari danau ini adalah aliran Sungai Yordan yang mengalir dari utara danau kemudian keluar di selatan danau melalui bendungan yang bernama Degania. Kota yang berada di tepi danau ini bernama Tiberias yang berada di pantai barat danau. Kota ini didirikan pada tahun 20 dan saat ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih 45.000 jiwa. Pemberian nama Tiberias adalah untuk menghormati Kaisar Romawi, Tiberius. Tiberias juga menjadi salah satu dari empat kota suci bagi umat Yahudi. Para peziarah dapat menikmati suasana danau ini dengan berlayar di atas kapal kayu mesin yang banyak tersedia di pantai danau. Biasanya diperlukan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk mengeliling danau ini. Dan mulai pertengahan musim semi sampai dengan berakhirnya musim dingin, yaitu sekitar pertengahan bulan November sampai dengan bulan Maret di sekitar danau ini banyak sekali terdapat burung camar atau seagull.
  39. GUNUNG NEBO/MOUNT OF NEBO
    Menurut Perjanjian Lama, Gunung Nebo adalah tempat dimana Musa memandang Tanah Perjanjian. Musa terhenti di gunung ini karena tidak diijinkan oleh Tuhan untuk masuk ke Tanah Perjanjian (Ulangan 32:49-52). Gunung Nebo berada di bagian barat Yordania, memiliki ketinggian 817 meter diatas permukaan laut. Bila cuaca baik dan tidak berkabut, maka dari puncak gunung dapat terlihat bentangan Tanah Perjanjian, yaitu lembah Sungai Yordan dan kota Yerikho. Ada sebuah peta petunjuk tanah perjanjian terbuat dari kayu yang ada di puncak gunung ini. Disini menjadi tempat peristirahatan terakhir Nabi Musa. Meskipun tidak diketahui persis lokasinya dimana, namun dipercaya bahwa Musa dikuburkan di gunung ini. Terdapat sebuah gereja di Puncak Gunung Nebo, yang merupakan sisa dari Gereja yang dibangun pada abad ke-4, dan ditemukan pada tahun 1933. Di dalam gereja ini ditemukan 6 makam yang tertutup oleh lantai mosaik yang bergaya jaman Byzanthium. Diatas gunung ini juga terdapat tiang salib besar dari perunggu yang dibuat oleh Seniman Italia, Giovanni Fantoni. Ini merupakan simbol tiang yang dililit ular yang dibuat oleh Nabi Musa (Bilangan 21:4-9) dan juga sebagai simbol Salib Yesus sebagaimana tertulis dalam Yohanes 3:14, "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal."
  40. MADABA
    Madaba adalah nama sebuah propinsi di Yordania bagian tengah. Ibu kota propinsinya bernama sama yaitu Madaba. Madaba terletak di sebelah barat daya sekitar 30 kilometer dari ibu kota Amman. Kota Madaba sebelumnya adalah sebuah kota kuno bernama Medeba yang beberapa kali tertulis di dalam Alkitab Perjanjian Lama, diantaranya di kitab Bilangan 21:30, Yosua 13:9, Yosua 13:16, Yesaya 15:2, I Tawarikh 19:7. Kota dengan luas wilayah 39.440 kilometer persegi ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 84.000 jiwa dan kota ini disebut juga City of Mosaics karena terkenal dengan mozaik—mozaiknya yang berasal dari zaman Bizantium dan Ummayad di Tanah Suci. Pada masa awal Kekristenan, Madaba merupakan kota penting untuk transit jalur perdagangan. Di kota ini berdiri sebuah gereja yaitu Gereja St. George yang di dalamnya terdapat peta mozaik tanah suci kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke—6, namun peta tersebut sudah tidak utuh lagi karena kota Madaba sempat dihantam gempa bumi pada tahun 746. Peta mozaik itu kini diletakkan di lantai gereja.